PENGGEMBALAAN YANG EFEKTIF BAGI GENERASI MILENIAL DI ERA SOCIETY 5.0

Joni Manumpak Parulian Gultom

Abstract


Hasil lembaga riset Barna Research 57 %  anak umur18-29 tahun sudah tidak rutin beribadah. Sedangkan survey Bilangan Research pada rentang usia 15-18 tahun, remaja yang tidak rutin beribadah 7.7%, meningkat menjadi 10.2% pada usia 19-22 tahun, dan mencapai 13.7% pada usia 23-25 tahun. Tingkat keperdulian mereka terhadap Tuhan dan ibadah menurun drastis. Gereja lokal kehilangan cara menggembalakan mereka. Penatalayanan penggembalaan tidak berkembang secara linier terhadap perkembangan media sosial. Bagaimana penggembalaan yang seharusnya? Strategi seperti apa pelayanan penggembalaan tatap muka dan ruang virtual? Tujuan penulisan ini adalah untuk mengembalikan fungsi penggembalaan yang berkualitas dan menjembatani penatalayan penggembalaan gereja lokal dengan dunia virtual. Metodologi penelitian metode kualitatitif dengan studi literatur dan observasi. Penelitian ini diharapkan dapat memaksimalkan penggembalaan dan pemuridan anak milenial.  Sehingga anak milenial mengalami pertumbuhan rohani, tetap komitmen dalam penggembalaan dan berkontribusi dalam pelayanan lokal dan virtual secara berkelanjutan

Keywords


generasi milenial ; penggembalaan ; tatap muka ; virtual ; penatalayanan

Full Text:

PDF

Article Metrics

Abstract viewed : 169 times
PDF files downloaded : 234 times

References


Afandi, Yahya. “Gereja Dan Pengaruh Teknologi Informasi ‘Digital Ecclesiology.’” Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika 1, no. 2 (2018): 270–283.

Alex Arifianto, Yonatan, Sari Saptorini, and Kalis Stevanus. “Pentingnya Peran Media Sosial Dalam Pelaksanaan Misi Di Masa Pandemi Covid-19.” Harvester 5, no. 2 (2020): 86–104.

Darmawan, I Putu Ayub. “Jadikanlah Murid : Tugas Pemuridan Gereja Menurut Matius 28:18-20.” Evangelical 3, no. 2 (2019): 144–153.

Day, Abby. Religion and the Individual: Belief, Practice, Identity. Religion and the Individual: Belief, Practice, Identity, 2016.

Ester. “Mengenal Generasi Millennial.” Kementerian Informasi Dan Informatika Republik Indonesia. Last modified 2016. https://www.kominfo.go.id/content/detail/8566/mengenal-generasi-millennial/0/sorotan_media.

Gultom, Joni Manumpak Parulian, Ferdinandes Petrus Bunthu, Francois Pieter Tomasoa, and Foera Era Nduru. “Generasi Millenial Dan Kaitan Tugas Yeremia Dalam Kegerakan Pantekosta.” Real Didache 4, no. 1 (2019): 12–25.

Handi Irawan D, Cemara A. Putra. “Gereja Sudah Tidak Menarik Bagi Kaum Muda, [The Church Is Not Attractive To Young People].” Bilangan Research Center. Last modified 2018. Accessed July 31, 2021. http://bilanganresearch.com/gereja-sudah-tidak-menarik-bagi-kaum-muda.html.

Hasanah, Hasyim. “Teknik-Teknik Observasi.” at-Taqaddum 8, no. 1 (2016): 21–46.

Hidayat, M. “Ini Perbedaan Revolusi Industri 4.0 Dengan Society 5.0.” Liputan6.Com. Last modified 2020. Accessed July 31, 2021. https://www.liputan6.com/tekno/read/4408526/ini-perbedaan-revolusi-industri-40-dengan-society-50.

Indria Kalesaran, Angie, and Ferrry Koagouw. “Peranan Komunikasi Antar Pribadi Pemimpin Pemuda Dalam Meningkatkan Minat Beribadah Pemuda GMIM Sion Warenbungan.” Acta Diurna IV, no. 5 (2015): 1–12.

Irawan, Handi. “Spiritualitas Umat Kristen Indonesia 2021.” Bilangan Research Center. Jakarta, 2021.

Kinnaman, David, and Aly Hawkins. You Lost Me,Why Young Christians Are Leaving Church and Rethinking Faith. Michigan: Baker Books, 2011. https://www.yumpu.com/en/document/view/64143544/download-pdf-you-lost-me-why-young-christians-are-leaving-church-and-rethinking-faith-full-online/3.

Kvande, Marianne Nilsen, Christian Andreas Klöckner, and Michael E Nielsen. “Church Attendance and Religious Experience : Differential Associations to Well- Church Attendance and Religious Experience : Differential Associations to Well-Being for Norwegian Women and Men ?,” no. November (2015): 1–13.

Magdalena, Yanto Paulus Hermanto, and Ferry Simanjuntak. “Gereja Yang Bertumbuh Tanpa Baalisme.” Voice Of Wesley 4, no. 2 (2019): 11–23.

MSCI. “Millennials: Demographic Change and the Impact of a Generation.” Thematic Insights (2020): 1–12. https://www.msci.com/documents/1296102/17292317/ThematicIndex-Millenials-cbr-en.pdf/44668168-67fd-88cd-c5f7-855993dce7c4.

Mulawarman, and Aldila Dyas Nurfitri. “Perilaku Pengguna Media Sosial Beserta Implikasinya Ditinjau Dari Perspektif Psikologi Sosial Terapan.” Buletin Psikologi 25, no. 1 (2017): 36–44.

Munthe, Eben. “Mengoptimalkan Karunia Dalam Jemaat Untuk Melakukan Misi Amanat Agung Di Era 4.0.” EPIGRAPHE: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani 3, no. 2 (2019): 133–141.

Negoita, Alexandru Gabriel. “Religiosity In The Contemporary World.” Euromentor X, no. 3 (2019): 27–38.

Ni Nyoman Lisna Handayani1, Ni Ketut Erna Muliastrini2. “Pembelajaran Era Disruptif Menuju Era Society 5.0 (Telaah Perspektif Pendidikan Dasar) Ni.” International Seminar Proceeding 3, no. 2252 (2020): 58–66.

Office, Cabinet. “Society 5.0.” Cabinet Office, Goverment of Japan. Last modified 2019. https://www8.cao.go.jp/cstp/english/society5_0/index.html.

Root, Andrew. “Stop Worrying about the Millennials*:*and Learn to Love Them Instead.” Christianity Today 59, no. 1 (2015): 30–36.

Rumbiak, Amelia Kimberlyann. “Teologi Ibadah Dan Spiritualitas Generasi Milenial.” Amreta 3, no. 2 (2020): 64–100.

Sagala, Lenda Dabora J F. “Tugas Pedagogis Gembala Dalam Menyiapkan Warga Gereja Menghadapi Perubahan Sosial.” Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat 4, no. 2 (2020): 167–174.

Santo, Joseph Christ, and Dapot Tua Simanjuntak. “Pengaruh Keteladanan Hidup Gembala Sidang Terhadap Pertumbuhan Gereja.” KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta 2, no. 1 (2019): 28–41.

Sapan, Sara L, and Dicky Dominggus. “Tanggung Jawab Penggembalaan Berdasarkan Perspektif 1 Petrus 5 : 1-4” 3, no. 2 (2020): 1–4.

Siahaya, Johannis. “Misi Dalam Doa Yesus Menurut Yohanes 17.” Jurnal Teruna Bhakti 1, no. 2 (2019): 64–74.

Sirait, Bigman. “Ritual Tanpa Spritual.” Reformata. Last modified 2015. https://reformata.com/news/view/370/ritual-tanpa-spritual.

Sopacoly, Mick Mordekhai, and Izak Y.M. Lattu. “Kekristenan Dan Spiritualitas Online: Cybertheology Sebagai Sumbangsih Berteologi Di Indonesia.” Gema Teologika : Jurnal Teologi Kontekstual dan Filsafat Keilahian 5, no. 2 (2020): 137–154.

Surya Putra, Yanua. “Teori Perbedaan Generasi.” Among Makarti 9, no. 18 (2016): 123–134.

Sutaryo. Sosiologi Komunikasi. Universitas Terbuka. Jakarta: Universitas Terbuka, 2005. http://repository.ut.ac.id/4614/2/SOSI4402-M1.pdf.

Tafonao, Talizaro. “Yesus Sebagai Guru Teladan Dalam Masyarkat Berdasarkan Perspektif Injil Matius.” Khazanah Theologia 2, no. 1 (2020): 52–60.

Tarigan, Sayang, Yanto Paulus Hermanto, and Nira Olyvia. “Kepemimpinan Tuhan Yesus Di Masa Krisis Sebagai Model Kepemimpinan Kristen Saat Ini.” Teologi dan Kepemimpinan Kristen 6, no. 1 (2021): 38–54.

Widjaja, Fransiskus Irwan, Daniel Ginting, and Sabar Manahan Hutagalung. “Teologi Misi Sebagai Teologi Amanat Agung.” Thronos 1, no. 1 (2019): 17–24.

Wulan Sari, Ambar. “Pentingnya Ketrampilan Mendengar Dalam Menciptakan Komunikasi Yang Efektif.” Jurnal EduTech 2, no. 1 (2016): 1–10. http://jurnal.umsu.ac.id/index.php/edutech/article/view/572.




DOI: https://doi.org/10.37465/shiftkey.v11i2.197

Refbacks

  • There are currently no refbacks.





Shift Key adalah Jurnal Teologi dan pengembangan Pelayanan yang diterbitkan oleh P3M STT Kristus Alfa Omega sejak Oktober 2011. Secara konsisten Shift Key diterbitkan satu terbitan setiap tahunnya, hingga kemudian dikembangkan menjadi 2 terbitan (Juni - Desember) setiap tahunnya sejak tahun 2015 sampai sekarang. Shift Key adalah milik Sekolah Tinggi Teologi Kristus Alfa Omega, Jl. Jati Barang RW 001/RT 001, Kelurahan Jati Barang, Kecamatan Mijen, Bukit Semarang Baru, Semarang, Indonesia (0895397261336; Email: shiftkey.sttkao@gmail.com website: http://jurnal.sttkao.ac.id/index.php/shiftkey/index)